INDOAUTOMOTIVE - Automotive Parts & Component, Accessories & Tuning, Machinery, Tools & Equipment, Repair, Maintenance & Services
motorcycletaiwan

Taiwan Hardware

Indoprint

Indoplas

Indopack

icef

shyadong

Support01

Support02

Support03

Support04

Support05

Support06

Support07

Frost & Sullivan

Lufthansa

NEWS

Investasi Industri Otomotif Capai 110 Juta Dollar AS

17 December 2009

Investasi Industri Otomotif Capai 110 Juta Dollar AS

sripoku.com | 17th Dec 2009

 

Sriwijaya Post - Kamis, 17 Desember 2009 11:25 WIB

JAKARTA - Tak dinyana, walau terjadi krisis keuangan global pada awal 2009, justru membuat investasi di sektor otomotif nasional tetap bergairah. Sepanjang tahun ini, penanaman modal yang terjadi diprediksi sudah mencapai sekitar US$110 juta.

Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Darmadi mengatakan, sepanjang tahun ini sedikitnya ada empat merek mobil yang sudah menanamkan investasi baru yakni, Honda mobil, Volkswagen (VW), Geely, dan Hino.

"Kalau di total, kira-kira 75juta dolar AS untuk mobil dan 35 juta dolar AS untuk komponen. Ingat, kita lagi krisis loh. Ini sebuah prestasi tersendiri," ujar Budi di Jakarta, Rabu (16/12/09).

Dikatakan, investasi pada empat produsen mobil otomatis menggerakkan sekitar 30 perusahaan komponen pendukung untuk ikut memperbesar kapasitasnya. Langkah ini dilakukan guna memenuhi lonjakan permintaan dari pabrikan mobil.

Dari penelusuran, PT Hino Motors Manufaturing Indonesia (HMMI) akan meningkatkan modal usahanya hingga US$ 64,8 juta untuk menaikkan kapasitas pabrik dari 10.000 unit menjadi 35.000 unit. Langkah serupa diikuti PT Honda Prospect Motor (HPM), yang tahun ini juga Indonesia ditunjuk sebagai basis produksi Freed, kendaraan serba guna (multi purpose vehicle/MPV), untuk keperluan ekspor dan domestik.

Sementara, Volkswagen AG melalui anak usahanya PT Garuda Mataram Motor (GMM),ATPM VW di Tanah Air, mengucurkan dana sekitar US$3 juta untuk merakit Touran. Meski bergairah, namun kondisi investasi tetap saja tak sebaik tahun sebelumnya.

"Yah, saya tak ingat angka pastinya, tapi penurunan pasti ada lah mungkin sekitar 30 persen dari total investasi tahun 2008, namun tetap positif. Investasi itu tak semata-mata perluasan pabrik, di otomotif setiap model baru, kita dorong untuk masuk dirakit di sini. Ini yang coba kita terus bidik," papar Budi.

 


« back